Blogroll

Kamis, 07 April 2011

CARA MEMAKAI OBI/SABUK

Beberapa rekan bertanya pada saya, bagaimana sih cara memakai Obi/Sabuk yang benar…, dan pertanyaan tersebut memberi ide buat saya untuk membuat panduan singkat mengenai Cara Memakai Obi/Sabuk ini.
Berikut langkah-langkah cara mengikat Obi/Sabuk, sbb :

123

1. Pegang ujung A (biasanya yg terdapat tulisan/logo di ujungnya) dan letakkan di sebelah kiri pinggang (lihat Gambar 1),

2. Kemudian lilitkan ujung B melingkar pinggang sebanyak 2 kali lilitan (lihat Gambar 2 & 3),

45

3. Setelah kedua ujung sabuk bertemu di depan kemudian ujung B selipkan ke bawah lilitan sabuk tadi dari arah bawah ke atas (lihat Gambar 4 & 5),

6

4. Kemudian samakan panjang kedua ujungnya, ujung A & B (lihat Gambar 6),

78

5. Langkah berikutnya, masukkan ujung A di tengah antara lilitan pertama dan kedua, dari bawah-ke atas-trus diselipkan ke arah bawah (lihat Gambar 7 & 8),

910

6. Setelah itu masukkan ujung yang satunya (ujung B) dari atas masuk ke arah dalam lubang yang dibuat saat ujung A tadi diselipkan ke dalam lilitan sabuk (lihat Gambar 9),

7. Setelah itu tarik kedua ujung Obi/Sabuk, dan kemudian rapikan bentuk simpulnya (lihat Gambar 10).

Demikian semoga artikel ini dapat membantu rekan-rekan saat mengikat Gi/Dogi (baju latihan) menggunakan Obi/Sabuk.
Memang tidak ada standard khusus mengenai cara memakai Obi/Sabuk, akan tetapi dengan mengikat Obi/Sabuk secara benar akan memberikan keuntungan bagi kita yaitu Obi/Sabuk tidak akan mudah kendor/terlepas dan juga akan terlihat lebih rapi.

Note : Usahakan panjang sabuk disesuaikan dengan tinggi badan/ukuran lingkar pinggang agar saat memakai Obi/Sabuk tersebut tidak terlihat terlalu pendek/terlalu panjang.


Lihat videonya:




sumber: aikidosurabaya.wordpress.com


Minggu, 03 April 2011

JAGAD KECIL JAGAD BESAR

Guna melatih mengenali dan mengendalikan hawa nafsu, sekaligus memahami kehidupa...n serta membangun kepedulian terhadap sesamanya, ayah dan ibu melatih melakukan berbagai puasa semenjak saya berusia lima tahun. Dengan aneka macam puasa seperti puasa Ramadhan, puasa mutih dengan hanya semata-mata makan nasi putih dan minum air putih, puasa ngrowot dengan hanya memakan buah-buahan segar, semua pemahaman tadi diajarkan kepada kami.

Dalam beberapa hal pelajaran itu bisa langsung saya cerna dan pahami. Namun ada satu hal yang ternyata baru bisa saya mengerti setelah dewasa, yaitu pemahaman tentang pengibaratan manusia sebagai jagad (alam) kecil dan jagad besar.

Dalam buku “Memaknai Kehidupan” saya telah menulis, paham Jawa sering menyebut manusia dan alam raya sebagai jagad kecil dan jagad besar. Tetapi kadang-kadang juga disebut kebalikannya. Akibatnya saya pun jadi bingung.

Alhamdulillah, uraian Prof.Dr.KH. Muhibbuddin Wally dalam buku “Hakikat Hikmah Tauhid dan Tasawuf” yang membahas Kitab Al Hikam yang tersohor karya Al-Iman Ahmad Abul Fadhal gelar Tajuddin bin Muhammad bin Abdul Karim bin Athaillah Askandary, kemudian dapat menjawab kebingungan saya selama ini. Padahal sebelumnya saya telah mencoba mendalami berbagai buku tentang hal tersebut, baik buku-buku asli seperti Kidung Kawedar, Centini, Wedhatama, Wulangreh, Serat Nitiprana, Cipta Waskita, Dewa Ruci dan lain-lain, maupun tulisan-tulisan pengamat zaman sekarang.

Menurut pembahasan kitab Al Hikam tersebut, manusia akan menjadi copy dari alam atau jagad raya, atau menjadi alam kecil apabila rohaninya tidak dapat mengalahkan kemanusiaannya. Sebaliknya jika rohaninya bisa menundukkan unsur kemanusiaannya, unsur lahiriah-nya, atau hakikat dirinya lebih menonjol dibanding jangkauan pancainderanya, maka masuklah ia ke dalam “alam malakut yang jabarut”. Dalam keadaan yang seperti itu manusia menjadi jagad besar, sedangkan alam yang kita lihat justru menjadi copy dari manusia. Begitu besar rohani kita sehingga tidak dapat ditampung oleh bumi dan langit.

Kita semua sependapat bahwa manusia terdiri dari dua unsur yaitu ruh dan tubuh. Tetapi mengenai ruh dan jiwa, sulit dipisahkan dan dibedakan. Meskipun demikian, sebagian penganut tasawuf membedakan ruh dengan jiwa. Sebab jiwa itu merupakan perpaduan antara ruh dengan tubuh, dengan jasad lahir. Jadi jiwa adalah hasil kinerja antara ruh dengan jasad.

Jiwa manusia menurut Al Hikam, apabila suci dari segala kekeruhan yang datang dari alam lahiriah, maka naiklah jiwa tersebut ke alam jabarut, yaitu alam dimana malaikat termasuk dalam salah satu jenisnya. Dalam keadaan seperti ini tidak ada dinding penghalang antara sang jiwa dengan Sang Pencipta. Di mata orang yang memiliki jiwa seperti itu, alam raya nampak begitu kecil bagaikan sebutir biji sawi. Alam raya yang tertangkap oleh pancainderanya menjadi alam kecil, sedangkan dirinya menjadi alam besar.

Manusia yang seperti itu memperoleh sebutan Rohaniyin Malakutiyin, manusia-manusia rohani yang berada dalam alam malaikat, yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera manusia. Tubuh manusia yang seperti itu meskipun berada di kalangan manusia dan makhluk-makhluk lain, tetapi jiwanya melakukan perjalanan yang tidak terbatas lagi, tiada ujung, untuk senantiasa berada di sisi Allah Yang Maha Agung. Demikian pula sebaliknya, manusia disebut alam kecil yang merupakan copy dari alam mayapada, karena berbagai hakikat alam makhluk terkumpul padanya. Ada sifat setan yang keras kepala dan senang berbuat dosa. Ada sifat binatang, yang mudah marah dan kalap seperti singa buas, atau selalu berkobar nafsu syahwatnya tanpa mengenal malu dan membedakan sanak saudara seperti babi. Ada anjing yang meskipun sudah diberi makanan yang bagus-bagus toh masih tetap rakus akan bangkai, atau serigala yang penuh tipu daya dan suka main keroyok.

Manusia juga memiliki sifat tumbuh-tumbuhan, yang semula kecil, subur dan indah, menjadi besar, tua dan layu kemudian mati. Memiliki sifat langit yang dapat menjadi tempat rahasia dan cahaya dari ilmu, akal dan nuraninya. Memiliki sifat bumi, sifat Al-Qalam, sifat Lauhil Mahfuz sebagai tempat menyimpan ilmu, serta sifat-sifat ketuhanan.

Hatta, jika manusia tidak dapat mengelola dengan baik berbagai sifat tersebut, bahkan sebaliknya diperbudak, maka dirinya hanyalah merupakan alam kecil. Naudzubillah.

Copy Right: Tasawuf Jawa

Kamis, 31 Maret 2011

Prinsip Dasar Aiki (Aiki no Genri)

1. Fudo Genri/ Immovable principles:

Prinsip untuk menyatukan pikiran,hati & tubuh. ini adalah prinsip dasar yang pertama harus dilatih, didalamnya ada 4 poin penting.

a. Selalu berkonsentrasi pada seika tanden.

b. Selalu menjaga keadaan pikiran, hati & tubuh rileks.

c. Manifestasikan Ki dalam setiap perbuatan.

d. Menjaga Mu Shin.

2. Kihon Genri/ Basic Principles:

Prinsip dasar dalam gerakan. ini adalah prinsip yang mendasari cara bergerak yang baik sesuai hukum Aiki.

a. Chushin: Garis pusat

Segala sesuatu untuk dapat seimbang dan bergerak dengan baik harus memiliki garis pusat, dan bergerak dengan menjadikan garis pusatnya sendiri sebagai patokan.

b. Shuchu: Fokus

Proyeksi pikiran dan keyakinan hati dibutuhkan untuk dapat menggerakan bukan hanya badan fisik tapi juga energi.

c. Kokyu: Singkronisasi Nafas

Nafas adalah penghubung antara badan fisik dan energi seseorang, untuk dapat bergerak sebagai satu kesatuan yang kokoh, haruslah diperhatikan keselarasan antara gerak fisik dengan konsumsi energi sehingga gerakan dapat lebih efektif dan efisien.

d. Enshin: Gerakan melingkar

Semua gerakan yang dilakukan haruslah secara esensial berbentuk lingkaran, lingkaran adalah gerakan alamiah yang sangat efisien dan meminimalisir/ menetralkan konflik.

3. Aiki Genri:

Prinsip dasar keselarasan energi. ini adalah prinsip yang mendasari proses harmonisasi yang harus dilakukan pada saat menghadapi konflik.

a. Awase : Penyatuan hubungan/ blending

Sebuah keharmonisan diawali oleh proses penyatuan, sesuatu belum dapat dibilang harmonis, pas, klop, dengan yang sesuatu yang lain selama belum terdapat hubungan yang menyatakan bahwa kedua hal tersebut adalah sebuah kesatuan.

b. Musubi: Keterikatan/ connection

Tahap kedua dari proses harmonisasi adalah terjadi/ munculnya keterikatan satu sama lain, sehingga aksi dari satu pihak akan berakibat reaksi dari pihak lain.

c. Nagare: mengalir tanpa hambatan

Tahap berikutnya adalah penyatuan dan keterikatan dari pihak-pihak yang sedang berinteraksi menghasilkan sebuah interaksi yang sinergis sehingga, keseluruhan komponen yang telah menjadi satu kesatuan tersebut, bergerak layaknya sebuah sistem yang mengalir tanpa hambatan.

d. Takemusu Aiki: Manifestasi dari Aiki yang bersifat hampir tak terbatas.Pada tahap ini, keselarasan dari tiap-tiap komponen telah demikian optimal sehingga dilihat dari sisi manapun, dalam bentuk apapun, kapan-pun, interaksi dari tiap-tiap komponen dapat dinilai/ dirasakan sebagai sebuah keharmonisan.

Kamis, 17 Februari 2011

Cepat Sembuh Istriku..

Semalaman tidur nggak nyenyak gara-gara istri sakit batuk nggak kunjung sembuh. Batuk yang disertai dengan sesak nafas. Kasihan benar kamu istriku...udah batuk, sesak nafas nggak bisa tidur lagi. Aku hanya bisa bantu kamu mijitin...semoga adik kecil di perutmu nggak terpengaruh oleh batuk mu yach...AMIN..AMIN! Alhmdulillah setelah pagi2 diperiksakan ke PKU Muhammadiyah batuk dan sesak nafasmu sembuh.Besok jangan masuk kerja dulu ya Yank, demi kebaikanmu dan anak kita...!

Sabtu, 29 Januari 2011

Cara Split APK file di android

Cara split APK File


Soal nge-split APK File menjadi 2 bagian (1 bagian di internal, 1 bagian di sd card)

Masalah :
Banyaknya aplikasi yg ukuran gede, tapi internal memory terbatas..apalagi blm ada app2sd (froyo)

Tujuannya :
supaya apk file yg telah terinstall+datanya di internal memory menjadi lebih sedikit, dan tentunya menghemat resource internal memory.

Persiapan :
Mengetahui cara rename apk jadi zip file (gampang, tinggal klik kanan filenya di PC, langsung pilih rename)
Memiliki aplikasi "Dalvik Debug Monitor" bawaan Android SDK
HP Android agan dalam keadaan debugging mode.

Cara :
  1. Kita harus mengetahui nama dasar dr aplikasi yg mau kita split atau APK filenya.
    Contoh :
    NFS Shift = com.ideaworks3d.nfsshift
    Breakbreakers = com.ideaworks3d.tackle
    KrazyRacers = com.polarbit.krazyracers

    Untuk mendapatkannya bisa pake "instinct", liat aja di sd-card agan, ada gk nama2 dasar aplikasi yg agan pengen split/aplikasi di atas tersebut, kalo ada..abaikan langkah ini.

    Koneksikan HP Android agan dalam keadaan debug ke PC, dan nyalakan "ddms.bat" atau "Dalvik Debug Monitor" (di folder tools Android SDK)

    ikuti petunjuk di gambar di atas (dalam contoh ini ane nge-split game NFS Shift yg ukurannya 39 MB, menjadi 938 KB buat di internal, 38 MB buat di eksternal), buat dapetin lokasi penyimpanan+nama dasar aplikasi/game tersebut.

    nah di bagian runNative, ada tulisan : runNative: /data/data/com.ideaworks3d.nfsshift/files

    gunakan alamat runNative (apapun aplikasinya), buat lokasi file-file data hasil split dari APK tersebut.
    Jadi kalo tulisannya /data/data/com.ideaworks3d.nfsshift/files berarti artinya di dalam folder data di sd card, agan buat folder data, buat lagi di dalamnya folder dengan nama "com.ideaworks3d.nfsshift", dan di dalamnya buat lg folder dengan nama "files".

    Langkah 1 selesai

  2. rename nfsshift.apk (ini contoh, tergantung nama aplikasinya apa) menjadi nfsshift.zip..kemudian ekstraks pake winzip atau winrar

    Ntar hasil ekstrakannya yg berupa folder "assets", agan buka, agan periksa file yg berukuran terbesarnya apa (perlu diketahui..utk game ideaworks3d file tergede-nya slalu *.dz.jpg, dan polarbits itu slalu *.vfs, dan aplikasi/game lain yg 1 produsen biasanya sama ekstensinya), agan rename *.dz.jpg, menjadi *.dz aja
  3. Copy *.dz tersebut di sd card://data/data/com.ideaworks3d.nfsshift/files
  4. Kemudian klik 2x zip file hasil rename-an apk, explore ke dalamnya, hapus file *.dz.jpg di folder assets di dalam zip file tersebut (pokoknya hapus isi folder assets yang isinya sudah dipindahkan ke sd card).

    Maka otomatis zip file tsb ukurannya berkurang, rename lg jd *.apk.
  5. Lalu install apknya spt biasa, dan jgn lupa matiin dulu debugging dr PC, dll.

    Otomatis yg tersimpan di internal memory cm apk berukuran kecil, krn akan direct ke file di sd card.